KELAHIRAN

  • 0



































KELAHIRAN. Jika saja setiap keluarga berupaya melahirkan kekudusan, serta berjuang untuk menghidupi kekudusan tersebut, niscaya dunia ini bakal damai dan sejahtera, seperti di dalam surga

Oil on canvas
150 x 120cm
karya herjaka HS 2019

BIRTH. If only every family tried to give birth to holiness, and strive to live it, surely this world would be peaceful and prosperous, like in heaven

HOLLY NIGHT

































MALAM KUDUS
Seorang Ibu dipilih untuk ‘mbobot’ atau mengandung kekudusan, sedangkan seorang Bapak dipanggil untuk menjaga serta menghidupi kekudusan, baik disiang juga di malam
Oil on kanvas
90 x 70cm
karya herjaka HS 2019

BERITA KESELAMATAN

  • 0


































Setiap orang yang melihat, mendengar serta membaca berita tentang keselamatan hatinya akan damai. Damai di hati damai di bumi

cat minyak pada kanvas
95 x 85cm
karya herjaka HS, Nopember 2019

MERABUK CINTA

  • 0










































MERABUK CINTA

membelai rambut dengan penuh kasih
akan menembus sampai di dinding hati

ink on paper 
50 x 35 cm
karya herjaka HS 2018

MEMBUANG REJEKI

  • 0


























SRI BUANG

oil on canvas, 
150 x 80cm, 
2010



Once upon a time, rice grains are complaining to Dewi Sri, the Godess of Rice.

“Oh Godess, we are so sad and hurt by the way the farmers harvest us. We are cut with sickle, hit to a log or being shattered using spiky wheel. That way, many of us are wasted and eated by birds instead. It is so different with the way of farmers in the old time. They used ‘ani-ani’ to cut the rice stem one by one, then put us mindfully to a bamboo basket carried on their back.”

“Yeah, nothing we can do. Time has changed,” said Dewi tried to comfort them.

“Maybe because many farmers sell their ricefields and many rice grains are wasted, we now need to import rice.”



 Suatu ketika butir-butir padi mengadu kepada Dewi Sri, yang adalah Dewi Padi.

“Dhuh Sang Dewi, kami sakit dan sedih karena cara petani memanen padi. Kami dibabad dengan arit, disabet-sabetkan pada kayu, atau dirontokkan dengan roda bergerigi, sehingga banyak diantara kami yang terbuang percuma dan dimakan burung.

Tidak seperti nenek moyang kami yang disayang petani. Dipanen dengan ani-ani satu tangkai demi satu tangkai, dimasukkan tenggok yang hangat dalam gendhongan.”

Yach bagaimana lagi jaman sudah berubah, hibur Dewi Sri. Mungkin karena banyak sawah dijual dan padi yang terbuang, kita perlu import beras.

Ke empat belas lukisan terdahulu dipamerkan di RIF 2019 untuk merayakan tiga K yaitu: KERAGAMAN, KEMITRAAN dan KEMAKMURAN di Chicago pada 13 Juli 2019.
dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika   

SEMAR BANGUN TAPA


































SEMAR BANGUN TAPA

Oil on canvas, 
70 x 94 cm, 
2019



In order to keep the Almighty enthroned in the heart to work together to live life, it will need time to wash the soul, sharpen the mind and empty the self. It is done by having the attitude of Neng-Ning-Nung, Meneng (be silent) Bening (be clear) Dunung (be knowing purpose of life)



Menjaga agar Sang Maha Hidup bertahta di dalam hati untuk bekerjasama menjalani hidup dan kehidupan, dibutuhkan waktu-waktu khusus untuk membasuh jiwa, mengasah budi dan mengosongkan diri, dengan sikap Neng-Ning-Nung, Meneng (diam) Bening ( jernih) Dunung ( mengetahui tujuan hidup)

KIDUNG SUNGAI GANGGA



































KIDUNG SUNGAI GANGGA

oil on canvas, 
75 x 60cm, 
2011



Setelah dewasa si anak akan memilih jalan hidupnya sendiri. Adakalanya pilihan anak bertentangan dengan pilihan orang tua. Seperti Basukarna, ia tidak mau menuruti permintaan ibunya untuk bergabung dengan Pandawa saat pecah perang Baratayudha



After adulthood the child will choose his own way of life. Sometimes children's choices conflict with parents' choices. Like Basukarna, he did not want to obey his mother's request to join the Pandavas when the Baratayudha war broke out