ANAK BAJANG

  • 0































Hilang musnah segala celaka dan penyakit, sehingga menjadi terang benderang, bersih suci atas kehendak Allah
ink on paper
30 x 20 cm
karya herjaka HS 2011

Wolak-Walike Jaman
































Jangan gusar dan panik tuan-tuanku, ayo bangkit dan bersatu untuk mengatasi pagebluk ini, kata Togog
oil on canvas
118.5 x 87 cm
karya herjaka HS 2007

MENABUR DOA UNTUK DUNIA

  • 0




Tembang 
Maskumambang
Dhuh dhuh Allah Ingkang Hamurbeng Dumadi
nyuwun pitulungan
mbirat sesakit nggirisi
virus Corona arannya 

(Ya Tuhan Allah yang menguasai semua ciptaan, mohon pertolongan, untuk memusnahkan penyakit menakutkan, virus Corona namanya)

Menabur Doa 
oil on canvas
150 x 100 cm
karya herjaka HS 2018
 




SEPI ING PAMRIH RAME ING GAWE

  • 0

























Tidak ada niat untuk kepentingan pribadi, yang ada adalah kebersamaan dalam karya dan sukacita
oil on canvas
150 x 80 cm
karya herjaka HS 2010
koleksi Rakamas Aryadi Atamimi Jakarta

KELAHIRAN

  • 0



































KELAHIRAN. Jika saja setiap keluarga berupaya melahirkan kekudusan, serta berjuang untuk menghidupi kekudusan tersebut, niscaya dunia ini bakal damai dan sejahtera, seperti di dalam surga

Oil on canvas
150 x 120cm
karya herjaka HS 2019

BIRTH. If only every family tried to give birth to holiness, and strive to live it, surely this world would be peaceful and prosperous, like in heaven

HOLLY NIGHT

































MALAM KUDUS
Seorang Ibu dipilih untuk ‘mbobot’ atau mengandung kekudusan, sedangkan seorang Bapak dipanggil untuk menjaga serta menghidupi kekudusan, baik disiang juga di malam
Oil on kanvas
90 x 70cm
karya herjaka HS 2019

BERITA KESELAMATAN

  • 0


































Setiap orang yang melihat, mendengar serta membaca berita tentang keselamatan hatinya akan damai. Damai di hati damai di bumi

cat minyak pada kanvas
95 x 85cm
karya herjaka HS, Nopember 2019

MEMBUANG REJEKI

  • 0


























SRI BUANG

oil on canvas, 
150 x 80cm, 
2010



Once upon a time, rice grains are complaining to Dewi Sri, the Godess of Rice.

“Oh Godess, we are so sad and hurt by the way the farmers harvest us. We are cut with sickle, hit to a log or being shattered using spiky wheel. That way, many of us are wasted and eated by birds instead. It is so different with the way of farmers in the old time. They used ‘ani-ani’ to cut the rice stem one by one, then put us mindfully to a bamboo basket carried on their back.”

“Yeah, nothing we can do. Time has changed,” said Dewi tried to comfort them.

“Maybe because many farmers sell their ricefields and many rice grains are wasted, we now need to import rice.”



 Suatu ketika butir-butir padi mengadu kepada Dewi Sri, yang adalah Dewi Padi.

“Dhuh Sang Dewi, kami sakit dan sedih karena cara petani memanen padi. Kami dibabad dengan arit, disabet-sabetkan pada kayu, atau dirontokkan dengan roda bergerigi, sehingga banyak diantara kami yang terbuang percuma dan dimakan burung.

Tidak seperti nenek moyang kami yang disayang petani. Dipanen dengan ani-ani satu tangkai demi satu tangkai, dimasukkan tenggok yang hangat dalam gendhongan.”

Yach bagaimana lagi jaman sudah berubah, hibur Dewi Sri. Mungkin karena banyak sawah dijual dan padi yang terbuang, kita perlu import beras.

Ke empat belas lukisan terdahulu dipamerkan di RIF 2019 untuk merayakan tiga K yaitu: KERAGAMAN, KEMITRAAN dan KEMAKMURAN di Chicago pada 13 Juli 2019.
dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika   

SEMAR BANGUN TAPA


































SEMAR BANGUN TAPA

Oil on canvas, 
70 x 94 cm, 
2019



In order to keep the Almighty enthroned in the heart to work together to live life, it will need time to wash the soul, sharpen the mind and empty the self. It is done by having the attitude of Neng-Ning-Nung, Meneng (be silent) Bening (be clear) Dunung (be knowing purpose of life)



Menjaga agar Sang Maha Hidup bertahta di dalam hati untuk bekerjasama menjalani hidup dan kehidupan, dibutuhkan waktu-waktu khusus untuk membasuh jiwa, mengasah budi dan mengosongkan diri, dengan sikap Neng-Ning-Nung, Meneng (diam) Bening ( jernih) Dunung ( mengetahui tujuan hidup)